Lives. Stories and Ideas

Ini Julia, hari ini berjalan agak santai dan mager, karena seharian Malang hujan. Udah di Malang, hujan, rasanya pengen selimutan sepanjang hari!

Pagi-pagi Reska udah pergi ke pasar nganterin Ibunya dan pulang bawa oleh-oleh "nasi jagung". Katanya, nasi jagung ini nostalgia dan makanan favorit Reska waktu kecil. Nasi jagung ini terdiri dari jagung yang dibuat mirip kayak nasi, terus ditambah sayur-mayur segala rupa, ikan asin dan tempe. Sebetulnya sayurnya mirip antara urap atau nasi tumpang kalau di Solo sih. Rasanya gurih agak pedes. Buat gw, lidahnya kurang cocok di mulut gw sebagai asli Solo hehe. Tapi rasanya unik sih. Tapi ya, kadang kalau selera tidak bisa dipaksakan kan beb? Haha.

Seperti biasa, kita baru keluar rumah sorean setelah nungguin Reska kelar kerja dulu. Hari ini jadwalnya ngga muluk-muluk. Yakni laundry baju sebelum dibawa ke Bali besoknya. Wah, akhirnya nemu laundry koin yang super cepet dan ngga perlu ditinggal. Cuma dilipat aja ga perlu disetrika -- karena dari awal pas packing kita semua sadar bahwa kita ngga perlu setrika baju, jadi baju yang dibawa tuh yang bahannya santai dan ngga perlu setrika. 

Tips cari laundry koin adalah daerah sekitar kosan mahasiswa, pasti nemu deh! Kalau harga sih beda-beda ya tergantung mereknya. Tapi sekitar 30-45 ribu untuk 5 kg nya. 

Nah, pas banget hujan gerimis, arah menuju laundry adalah

Bakpao Chik Yen

Hayo. siapa yang kangen makan ini? Bakpao yang anget, isinya simpl, enak dan harga sangat terjangkau di kantong! Haha! Kalau favorit gw selalu kacang merah, Reska dan Lanang suka kacang ijo. Mantuls bangetlah rasanya. 

Pulang ngga boleh kemaleman kali ini, karena harus bobo lebih cepat, karena besok subuh kita mulai jalan ke Bali! Yuhuuuu! Pulau Dewata, We’re coming!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site! menu