Lives. Stories and Ideas

Ini Julia. Bangun pagi kita langsung mikir untuk cari sarapan dengan kearifan lokal di kota ini. Akhirnya memutuskan untuk makan pecel ayam di deket gedung Walikota Surabaya, di sekitar Jalan Pemuda. Pecel ini katanya udah ada sejak Reska bayi. Lama banget ya dan emang terkenal. Namanya

"Pecel Hj. Boeyatin"

Dulu gw inget pas business trip ke Surabaya sempet diantar supir mobil rental ke sini dan ternyata memang enak. Review Pecel Surabaya nanti ditulis sama Reska aja.

Abis makan pecel mau balik ke hotel, ada drama selanjutnya! Mobil ban belakang kempessssssss! Wow. Alhamdulillah ya kejadiannya udah di kota. Gw browsing di Google, ada tambalonlinesby.com dan bisa dipanggil setiap saat. Namanya Pak Heri, orangnya helpful dan cepet responnya, karena beliau ngga bawa kompresor akhirnya dia cuma bantu untuk ganti ban serep aja. Nunggu sekitar 15 menit, ban mobil berhasil diganti dan kita langsung menuju pom bensin untuk tambal ban yang bocor dan cek ban lainnya. Ternyata ada paku di dalam ban. Kayaknya efek kebanjiran kemarin. 

Abis itu kita balik ke hotel, mandi, beres-beres dan pas jam 12 siang kita check out dari hotel. Kita menuju restoran favorit kita semua kalau lagi ke Surabaya, yaitu.

"Bon Cafe"

Restoran ini juga udah lama banget dan menu favoritnya adalah steak - grilled tenderloin. Dagingnya super empuk. Di sini biasanya sebelum makan menu utama, dikasih roti plain gitu yang disajikan hangat dan bisa dioles butter. Enak banget kalau hangat, tapi sayangnya kemarin ada kesalahan kayaknya jadi yang disajikan yang ngga hangat ke kami. Hiks. Food review-nya nanti akan ditulis sama Reska ya!

Selesai makan siang, kita langsung berangkat ke Solo menggunakan toll. Awalnya kita mau extend sehari lagi di Surabaya, tapi setelah kami pertimbangkan lebih lanjut kayaknya ngga jadi aja, karena alasan cuaca. Hujan deras, angin kencang dan banjir bukan pilihan baik buat kami hehe. Abis makan kenyang, sudah dipastikan Lanang akan tidur sepanjang perjalanan. Dari Surabaya pukul 13.00 dan sampai Solo sekitar pukul 16.00. Surabaya-Solo memakan waktu sekitar 3 jam dengan biaya toll kurang lebih 245 ribu rupiah. 

Alhamdulillah perjalanan kali ini ngga ada dramanya. Bapak gw aja kaget ngeliat penyok mobil bagian belakang. Sampai Solo langsung cuss ke "Mie Godhog Bu Yayuk". Aduh, gw langganan ini dari cilik piyik, jadi menurut gw ini mie godho ter-the best dibandingkan mie godhog lainnya. Ya pilihan orang bisa beda kan ya. Dia memasaknya selalu di atas arang dan anglo jadi itu yang bikin enak. Jangan lupa minumnya teh panas manis - teh khas Solo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site! menu