Lives. Stories and Ideas

Ini Julia, terakhir gw ke Seminyak selalu rame dan macet. Bawa mobil di Seminyak adalah sebuah keajaiban. Tapi, itu dulu. Dulu sebelum pandemi.
Seminyak sekarang? "180 degree bebeda". Kadang gw sedih sih liat Bali saat ini. Tapi, gw yakin bentar lagi kondisi ini membaik. Banyak hal yang bisa gw pelajari tentang dampak pandemi ini dan apa yang bisa dilakukan.

Pertama, wisatawan lokal memiliki peranan penting. Ketika para bule ngga bisa dateng dan masuk ke Indonesia, inilah saatnya kita sebagai warga lokal saling membantu. Menurut gw juga pelaku pariwisata di Bali harus juga beradaptasi dengan wisatawan lokal ini. Misal, simpelnya menu makanan hotel atau restoran. Sebagai contoh, menunya dengan rasa Indonesia, harga lebih masuk di kantong dan porsinya disesuaikan dengan perut orang Indonesia.

Kedua, menurut pengamatan gw, ngga semua lokasi di Bali kena dampaknya. Area yang biasanya menjadi pusat pariwisata seperti Seminyak dan Kuta, sangat terasa perbedaan kondisinya saat pandemi ini. Kalau kita ke area pemukiman, seperti Jimbaran dan Bedugul kondisinya ngga terlalu sepi dan masih aja ramai. Semakin yakin, kalau kondisi ini akan semakin membaik ya, insya allah, amin!

Salah satu pengalaman yang unik, kita nemu restoran sushi deket hotel daerah Seminyak yang bisa jalan kaki aja. Nama retorannya "Sushimi" , sushinya termasuk kategori fusion - menunya unik sih. Rasa cukup enak menurut gw, porsinya yang lumayan gede ya, karena mungkin menyesuaikan dengan porsi mba dan mas bule.

((masukin foto restoran dan menu SushiMi))

Nah, yang paling menarik adalah di sini, restoran ini punya promo Sushi serba 20ribu setiap hari Rabu, Jumat, Sabtu dan Minggu! Promo yang sangat menarik bukan? Silakan dicoba!

Menurut gue ini adalah salah satu contoh adaptasi ditambahi dengan improvisasi. Gue tahu ini ngga mudah, tapi tetap harus dicoba. Kita kan orang Indonesia, salah satu negara yang paling mudah adaptasi dengan sesuatu hal yang baru. Kalau bingung, mulai aja dulu, apa aja bebas!

Bali segera kembali lebih baik lagi, Amiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site! menu