Lives. Stories and Ideas

Ini Julia, seharian ini agendanya di hotel aja. Dimulai dari olahraga di teras kamar di pagi hari, lanjut sarapan, dan berenang sampai puas sama Lanang di kolam renang! 

Di sini sih agendanya lebih kepada menyegarkan mata dengan pemandangan ijo-ijo karena memang di sekeliling hotel itu gunung, hutan dan pepohonan. Lumayan ya vitamin ijo untuk mata. 

Sorenya abis ujan, kita mau cari makan malam, nah pas mau keluar kamar, ternyata ada monyet lumayan gede yang sudah duduk manis di depan teras kamar. Kaget banget! Tapi seru bisa liat monyet langsung. Dan pas mau keluar kamar, ternyata di luar lebih banyak lagi monyet. Satu geng mau nyerang kita. Lebay sih! Langsung minta tolong sama orang hotel untuk diusir monyetnya. Jadi dengan berbekal ketapel aja, monyet-monyet udah pergi dan menjauh. 

Makan malam ini kita putuskan untuk makan Bebek Tepi Sawah - yang kita makan di tempat aslinya, Ubud. Ini hal pertama kali buat kita untuk makan Bebek aslinya di Ubud, biasanya kita makan di Jakarta. Ada di Citos sih kalau ngga salah. Nah, rasanya ternyata jauh lebih enak kalau kita makan di tempat aslinya ya. Di Ubud ini ada dua bebek yang terkenal, yang pertama Bebek Tepi Sawah dan yang kedua adalah Bebek Bengil. Dua-duanya punya ciri khas masing-masing dan rasa yang berbeda. Ngga bisa dibandingin sih, kalau gw bilang ya sama-sama enak. Maklum, di otak gw cuma ada enak dan enak banget! Kelar makan, keliling bentar di Ubud dan sepi, banyak toko yang tutup. Akhirnya balik lagi ke hotel! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site! menu