Lives. Stories and Ideas

Lost in Seminyak #horor

by Reska Donaga 2 months ago

Pada suatu hari, tepatnya bulan April 2014. Setelah acara pernikahan gue dan bojo di kota Solo, kita langsung berangkat ke Bali untuk honeymoon. Rencananya kita akan stay 4 hari disana, liburan kali ini kita akan menginap di salah satu vila baru di daerah Seminyak. Jadi lokasi vila itu di daerah Seminyak yang masih banyak sawah di sekitarnya, dan jauh dari keramaian Seminyak pada umumnya. Vila gue seperti lokasi yang baru dibuka, belum banyak bangunan disana, jalan aspal hanya cukup untuk 2 mobil (mepet banget) dan belum ada lampu penerangan jalan. Siang hari suasana lumayan sepi-damai dan menyenangkan, hanya ada beberapa kendaraan lalu lalang di setiap menitnya.

Seperti biasanya, setiap gue ke Bali dalam kegiatan apapun, gue pasti menghubungi salah satu sahabat gue namanya "Kadek". Iya gue tahu di Bali yang namanya Kadek ada jutaan, tapi temen gue ini memang namanya 'Kadek". Setelah sampai di vila, gue langsung kontak dia, kasih kabar aja kalau gue udah sampai di vila. Dan dia juga nawarin

"Besok-besok kalau lagi lowong kita jalan bareng ya, kamu indehoy dulu sama bojomu lek wes mari kabarin aku"

Kadek ini adalah temen kuliah gue, kita hidup bersama di satu rumah kontrakan selama 4 tahun, Jadi udah kaya saudara-sebotol gitu, susah-senang selama kuliah selalu dirasakan bersama.
Hari udah mendekati sore, setelah menikmati sunset dari pantai dekat vila, gue dan bojo makan malam di warung Pak Made di daerah Seminyak. Kemudian kita lanjut jalan-jalan keliling sekitar Seminyak-Kuta, dan ngga kerasa udah jam 10 malem, akhirnya kita memutuskan balik vila. Sampai vila, kita lanjut mandi beres-beres sebentar, dan gue baru ingat kalau ini malam pertama kita bojoo!

"So It's time"

Tapi cerita indah malam pertama yang indah itu cuma cerita fiktif honeymoon pasangan lainnya. Kenyataannya bojo lagi "dapet" jadi malem pertama kita ditunda dulu, apa daya! Malam ini kita memilih nonton film di kamar aja, jam 12 bojo lanjut baca buku, dan tiba-tiba terdengar suara handhone gue bergetar, ternyata Kadek telpon. Dia udah tahu malem ini nothing happen with me, jadi dia nawarin gue untuk jalan-jalan dan nongkrong. Gue memutuskan untuk cabut dari vila untuk keluar sama dia. entah mau kemana!

Semua dimulai dari sini, Kadek share location rumahnya lewat pesan WA, menurut Google Maps jarak rumahnya sekitar 20 menit dari vila. Rumahnya di daerah Denpasar, meskipun gue ngga tau rumahnya, gue ngga khawatir karena ada Gmaps juga, jadi gue tinggal nyetir-bawa mobil ikutin apa kata Gmaps. Gue juga lumayan hafal dengan jalanan sini, karena jalan yang gue lewatin itu-itu aja. Suasana malam hari disini terasa berbeda dibandingkan siang hari, mungkin karena ini kawasan baru, jadi di malam hari terasa lebih sepi dan jalanannya gelap banget, penerangan disini hanya bisa mengandalkan lampu kendaraan yang kebetulan lewat dan lampu rumah warga yang jarang juga. Tapi gapapa, gue tetap lanjut nyetir mobil sambil ikutin Gmaps, sampai akhirnya gue merasa jalanan mulai sepi banget, dan hawanya terasa "singup", seperti ada yang aneh dengan jalanan ini. Semakin lama gue merasa jalanan ini tampak asing buat gue, seperti ngga pernah gue lewatin sebelumnya dan gue mulai sadar gue udah ngga melihat rumah warga di sepanjang jalan ini, jalan ini gelap gulita seperti melewati sawah di sepanjang jalan. Kecepatan mobil mulai gue kurangi sambil melihat Gmaps lebih dekat. Ngga ada kepikiran apa-apa disini, gue tetep lanjutin sampai akhirnya gue bodo amat dan tetep melanjutkan mengikuti apa kata Gmaps.

Selama perjalanan, sepanjang jalan terlihat tetap gelap gulita, lampu mobil gue menerangi jalanan sendirian. Tiba-tiba mobil gue harus dipaksa berhenti, gue kaget! Ternyata jalan yang gue lewatin udah mentok di jalan buntu, entah Gmaps error atau gimana. Tapi sekarang gue hanya berada di satu jalur mobil dan depan mobil gue mentok, ngga ada jalan lain. Yang bikin gue makin histeris adalah disaat gue menyalakan lampu jarak jauh mobil gue, ternyata gue mentok persis di depan gapura besar banget, seperti gapura pintu masuk candi. Astagfirullahaladzim! Gue ngga berhenti zikir dan berpikir dalam batin "what the hell is this" Yang bikin gue makin histeris setelah gue toleh ke kanan-kiri. Ternyata mobil gue lagi ditengah-tengah kuburan. Damn! Gue liat Gmaps lagi, ternyata di Gmaps juga mentok. kurang ajar, Kadek kasih lokasi apa ini!

Tanpa pikir panjang dan tetap mencoba tetap tenang, gue mundurin mobil sampai sejauh mungkin sampai ketemu jalan apapun selain jalan ini, gue ngga mau puter balik mobil disini karena jalanannya sempit dan waktu yang dibutuhkan untuk puter balik akan cukup lama, dan berlama-lama di spot itu bukan keputuan yang baik untuk gue. Selama gue atret mobil (mundur) gue memberanikan diri untuk lihat semua hal di bagian kanan-kiri jalan dan juga depan-belakang. Gue masih inget detilnya tempat ini, sepertinya ini bukan kuburan umum karena tempatnya seperti bangunan gapura mewah dan dikelilingi tembok-tembok pagar ukiran. Gimana gue tahu itu kuburan? ya karena jelas banget bentuknya! Intinya gue mencoba melihat terus di bagian samping kanan-kiri jalan dan gue udah siap-siap jika ada sesuatu terjadi dan muncul tiba-tiba. Gue liatin terus, gue liatin sedetil-detilnya sambil komat-kamit bercampur sedikit misuh-misuh, gue merasa itu atret mobil terlama gue. Rasanya lamaaaa banget!

Akhirnya setelah mundur lumayan jauh, gue ketemu perempatan jalan. dan gue langsung belok ke jalur lain, terserah ke arah manapun yang penting ngga balik lagi kesana. Ngga lama kemudian, gue telp Kadek, gue cuman bilang sama kadek

"Dek sepertinya aku kesasar, padahal aku udah ngikutin share location yang kamu kirim. Btw barusan aku kesasar dan mentok ke jalan yang ada gapura besar, ternyata kuburan" sambil ketawa2.


Kadek langsung kaget dan teriak, "kamu dimana Res, berhenti disitu sekarang. Share locationmu!". Disini gue mulai bingung, ada apa ini? Gue share share location ke Kadek. Tapi gue tetep jalan aja, karena gue ngga mau nunggu disini, Gue memutuskan untuk menuju lokasi restoran yang gue tau dan gue cari lokasinya di google, dan gue melanjutkan perjalanan menuju restoran itu berdasarkan arah Gmaps. Gue kembali menghubungi Kadek untuk ketemu di restoran itu aja.

Alhamdulillah sampai disana dengan selamat dan lampu restonya nyala terang jadi ngga spooky-spooky amat. Ngga lama Kadek dateng dengan bawa motor trailnya. Begitu sampai, dia senyum-senyum, dan langsung tanya "kamu selama jalan tadi mikirin apa?"
"hah mikirin apa dek?, ngga mikirin apa2"
"kamu pasti mikir yang aneh-aneh, mikir cabul ya Res?"
"Ngga mikir apa-apa kok dek, betulan!"
"Ya udah Res, kita jalan dulu aja, kamu tetep bawa mobil trus ikutin motorku"
"Res selama perjalanan, kalau kamu lewatin pohon besar, jembatan atau kamu lagi lewatin sungai, tolong pencet klakson/bel mobilmu 2 kali ya, ceritanya kita lanjut nanti aja"
"Okay Dek" akhirnya gue jalan ngikutin motor Kadek dan selalu klakson jika ada sungai/pohon besar/jembatan/gapura, dan ternyata gue dibawa ke rumahnya untuk ketemu bapaknya, ngobrol sebentar kemudian lanjut jalan lagi ke KFC, disana kita ngobrol.
Diawali dari lanjutan pertanyaan dari Kadek "kamu tadi mikirin apa Res?"
"Betulan ngga mikir apa-apa Dek!"
"Atau kamu lagi desperate karena ngga bisa malem pertama"
"Haha, biasa aja sih. Ngga segitunya"
"Ya wes untung kamu ngga kenapa-kenapa, biasanya kejadian kaya gitu menandakan sesuatu"
"Apaan Dek, negatif atau positif?"
"Tergantung, banyak kejadian serupa beberapa waktu kebelakang, beberapa kejadian ada orang hilang ngga ketemu atau tiba-tiba jadi gila atau sampai meninggal. Semoga ngga ada apa-apa lah, yang penting sekarang inget, selama kamu di Bali setiap melawati pohon, jembatan atau sungai klakson/bel mobilmu 2x kali dan jangan pernah mikirin hal yang aneh-aneh"
"Okay, tapi itu maksudnya apa Dek?"
"Anggaplah kamu lagi "kulonuwon" permisi sama penghuni sekitar, mungkin kamu ada daya tarik juga!"
Semakin dia cerita semakin gue ngga paham. Kemudian gue lanjutin cerita spesifik apa yang gue lihat disana ke Kadek, dia angguk-angguk aja terkadang dibikin guyonan juga.
Gue balik sekitar jam 3.30 Am, di anterin Kadek sampai depan Vila karena dia masih khawatir kalo gue pulang sendiri. Begitu sampe vila, ternyata Julia masih belum tidur, habis selesai baca buku. Dan gue bisikinn, "kamu mau denger cerita serem yang barusan aku alamin ngga?"
"GA MAU! trus dia tutup buku-selimutan lanjut tidur.

Alhamdulillah selanjutnya ngga ada apa-apa. Honeymoon gue berjalan menyenangkan dan lumayan beruntung, karena gue bisa jalan dengan happy, bisa dapet spot makan yang bagus di restoran Manega di pinggir pantai Jimbaran tanpa harus booking. Bisa jalan-jalan ke semua tempat sesuai itenerary. Mungkin kemarin memang gue kepikiran sesuatu, tapi bukan sesuatu yang menarik untuk di share. Setelah melewati itu, gue percaya bahwa Bali adalah tempat untuk bahagia, jadi jauhkan semua hal atau pikiran negatif dari pikiran kita supaya semesta juga mendukung dan menuntun dengan benar.

Cerita selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

menu-circlecross-circle