Lives. Stories and Ideas

I feel our family time is very expensive and precious today

Ini Reska, waktu terus berjalan, Lanang semakin besar, karir kami semakin tumbuh, dan kami semakin sibuk. Waktu keluarga semakin berkurang, working from home terasa semakin menantang dengan jam kerja yang dinamis dan bertabrakan satu sama lain. Pandemi ini membuat banyak hal dan kebiasaan berubah dalam keluarga, ngga bisa travelling, nongkrong, silaturahmi, dine in di restaurant dan pastinya jalan-jalan ke mall. Untuk mencegah rasa jenuh, kita mempunyai ritual me-time masing-masing. Bojo sekarang sedang mengembangkan usaha fashion beautique dan sibuk dengan buku-buku di Kindlenya. Gue selain bekerja di rumah, nulis blog, baca buku, dan diselingi nonton Netflix atau terkadang riding vespa sendiri kalau udah mendekati titik tertinggi kejenuhan. Kemudian Lanang ngapain? Karirnya sebagai anak TK B yang harus sekolah online sepertinya terlihat menyenangkan, me-time Lanang termasuk monoton tapi lumayan menyenangkan untuk dia, main robot-mobil, baca buku, nonton Netflix, godain mama-papanya yang lagi kerja dan masih banyak kegiatan lainnya. Lanang sepertinya satu-satunya orang yang paling menikmati hidupnya hari ini di tengah sekolah online dan working from home papa-mamanya. Tapi negatifnya semua orang jadi sibuk sendiri-sendiri. Berawal dari kami introspeksi diri bahwa kami udah jarang mingle satu sama lain dan punya quality time selama pandemi ini. Akhirnya gue memutuskan untuk melakukan aktifitas baru bersama keluarga.

Family Riding
Sejak gue punya vespa, gue sering mengajak mereka berdua untuk riding bareng daripada bawa mobil. Dengan catatan lagi ngga hujan dan ngga terlalu panas aja. Awalnya Lanang kebingungan, karena biasanya dia menikmati kemanapun naik mobil dengan AC dingin sepoi-sepoi dan bisa tidur dengan nyaman. Sekarang dia harus duduk di depan, sempit, pakai jaket-helm-buff/masker dan hanya bisa pegangan panel depan speedometer.

Dua minggu pertama, kalau diajak keluar naik vespa, dia langsung insiatif bilang "kita naik mobil aja!" Kasihan tapi gue tetap ajak untuk naik vespa aja dan lama-kelamaan dia mulai tahu gimana menyenangkannya naik vespa dan udah mulai komentar ini itu

Papa ada polisi, pemadam kebakaran, ambulans, papa ojek.

Tingkat curiousity nya juga semakin meningkat. Hal ini yang menurut gue menambah vocabularynya dan semakin membuat dia lebih komunikatif.
"Papa itu apa?"
"Itu kok gitu, kenapa?"
"Papa itu matahari atau bulan ya?"
"Papa kenapa bulan selalu ikutin kita?" dan banyak pertanyaan lainnya.
Semakin kesini dia terlihat senang kalo diajak pergi naik vespa, dan terakhir travelling ke Bali kita memutuskan untuk sewa vespa selama di Bali. Ternyata pas riding di Bali, dia udah mulai bisa tidur nyenyak di motor. Mungkin karena angin sepoi-sepoi Bali yang ngga ada lawannya. Meskipun selama di Bali Lanang suka banget menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang interesting dan terkadang sulit dijawab .
"Papa orang itu kok ngga pake baju?"
"Papa tante itu kok meroko?" dan banyak pertanyaan sulit lainnya

Ngga terasa udah setahun lamanya gue punya vespa dan sekarang Lanang lebih memilih naik vespa daripada naik mobil. Ini sangat efektif untuk kami mingle dan senang-senang bersama keluarga dan secara ngga langsung mengajarkan hal baru kepada Lanang untuk selalu bisa survive dan bahagia pada kondisi apapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site! menu